24 Oktober 2008

Hidup itu...

Hidup itu ternyata bener-bener sebuah pilihan untuk kita, karena semua jalan hidup yng akan kita lalui itu karena kita sendiri yang memilihnya... Tapi kadang, kita sangat takut untuk menentukan pilihan itu, kenapa?? Karena kita takut akan kenyataan yang bakal kita temui karena pilihan kita itu.. Ntah bener atau nggak, coba kamu renungkan sendiri...

Tapi, apapun itu pilihan yang telah kita tetapkan, semuanya juga udah termasuk takdir kita. Jadi berpikirlah dulu sebelum memutuskan sesuatu, key?!

Ntah nyambung atau nggak, tapi inilah uneg-uneg aku hari ini...kalo mo comment juga nggak apa-apa, aku terima dengan senang hati..

22 Oktober 2008

Kuliner Palembang

PEMPEK dan SAUS CUKA
Pempek adalah makanan khas Palembang yang sudah terkenal di Nusantara ini. Dan sekarang sophie bagi resepnya. ok selamat mencoba
::resepnya dari majalah Nova::
Bahan:
500 gr daging ikan tenggiri, haluskan.
200 gr tepung sagu.
50 gr tepung terigu
1 sdm garam.
2 putih telur.
Air secukupnya
Cara Membuat:
1. Campur daging ikan tenggiri dengan tepung sagu dan tepung terigu,aduk rata.
2. Masukkan garam, putih telur dan air sedikit demi sedikit sambil terus diuleni hingga menjadi adonan yang dapat dibentuk. Bagi adonan menjadi dua.
3. Rebus air, ambil 1/2 bagian adonan. Bentuk sesendok kecil, masukkanke dalam air mendidih hingga mengapung, angkat dan tiriskan.
Makan pempek tidak ada sausnya maka tidak akan sedap. Nah sekarang coba lagi nih resep keduanya..
Bahan:
150 gr gula aren.
50 gr asam jawa.
50 ml kecap manis.
500 ml air.
3 sdm cuka
Bumbu Halus:
7 siung bawang putih,
2 buah cabai merah,
7 buah cabai rawit,
1 sdt merica
Cara Membuat:
Rebus air, gula aren, dan asam jawa hingga mendidih, masukkan bumbu halus tambah kecap manis aduk sampai rata, angkat.
Nha, resepnya kan uda aku kasih tuch, met mencoba ya...
kalo enak, bagi-bagi ya ke aku, coz aku penggila pempek..;-p

20 Oktober 2008

"friendship"


Apa yang kamu tahu tentang persahabatan???
Persahabatn itu emang indah, tapi karena terlalu kelewat indah kadang kita terlalu sakit untuk menyebut hubungan persahabatan kita dengan orang yang di bilang sahabat kita...

Dulu aku punyasahabat yang bisa dibilang sangat akrab, bahkan aku pun sampai menceritakan hampir semua perjalanan kehidupanku ke dia. tapi ternyata, nggak semua sahabat itu baik, nggak emua sahabat itu bisa dipercaya. dengan tega'nya, dia menceritakan sedikit rahasia aku ke orang lain. nggak ada peumpamaan yang bisa aku lukiskan, yang pasti sakit banget, banget. dia bagai pengkhianat yang harus aku jauhi, tapi aku nggak bisa. aku sayang dia, aku nggak nisa memusuhinya walaupun aku nggak bisa memaafkan dia sepenuhnya..

Entah trauma apa bukan, setelah kejadian itu aku sedikit nggak percaya lagi ma namanya sahabat. aku nggak mau kejadian yang paling sakit aku alami itu bakal terulang lagi, dan akibatnya sekarang aku nggak pernah lagi percaya ma orang. . menyedihkan, karena sebenarnya aku orang yang selalu cerita apapun ke orang-orang. tapi kejadian itu cukup berharga buat aku, cukup memberiku sedikit pelajaran, kalo kita nggak boleh terlalu percaya ma orang (siapapun itu)..

Tapi aku masih punya harapan dengan persahabatan, aku masih berharap suatu saat (moga secepatnya) aku bisa menemukan sahabat baru yang smoga lebih baik, amin...